Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Lima Amalan Malam Seribu Bulan

Lima Amalan Malam Seribu Bulan

5 Amalan malam seribu bulan (Malam Lailatul Qodar):


1. Membulatkan niat untuk menghidupkan malam seribu bulan dengan usaha yang kuat serta penuh kesabaran dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan Ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadis berikut:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَاًبا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Barang siapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Disunahkan pada malam yang diyakini sebagai malam datangnya malam seribu bulan memperbanyak berdoa dengan cara memohon ampunan dan keselamatan dunia akhirat sebagaimana dialog antara sayyidah A’isyah dengan Nabi Muhammad Saw seberikut:

 “Dari sayyidah A’isyah RA berkkata: wahai Rasulullah apa yang akan saya lakukan jika saya mendapati malam Lailatul Qadar? Rasulullah menjawab: bacalah doa Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbu al-‘afwa ( ya Allah engkau maha pengampun yang menginginkan ampunan dari hamba-Mu maka ampunilah dosa kami). (HR Turmudzi: 3513).

3. Menjaga shalat berjamaah khususnya shalat Magrib, Isya' Tarawih, Wtir, shalat malam (qiyamul lail) dan Subuh dimalam yang disangka kuat sebagai malam seribu bulan menurut tanda dan cara yang disampaikan oleh ulama.

4. Memperbanyak membaca al-Qur'an. Dikatakan bahwa Imam al-Nukha'i menghatamkan al-Qur'an dalam setiap tiga malam bulan Ramadhan dan apabila sudah memasuki pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan Imam al-Nukha'i menambah bacaannya dengan menghatamkannya tiap dua malam sekali.

5. Memperbanyak kebaikan khususnya shadaqah dan amal shaleh dan lainnya. Itulah lima cara yang dianjurkan dilakukan pada malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan khususnya dimalam-malam ganjil yang diyakini sebagai malam seribu bulan seseuai dengan petunjuk dan tanda-tanda kedatangan malam seribu bulan.

Selanjutnya, perlu difahami bahwa kelima amalan tersebut tidak hanya dilakukan khusus pada malam kesepuluh hari terakhir bulan Ramdhan. Akibatnya di malam-malam lain yang tergolong bulan Ramadhan sama sekali sepi dari kelima amalan tersebut diatas.

Maksudnya disini adalah lebih meningkatkan kelima amalan diatas pada malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dari malam-malam biasanya dengan harapan menyambut kedatangan dan bisa mendapatkan malam seribu bulan.

Amiin.. Amiin.. Amiin..

Semoga kita semua mendapatkan malam seribu bulan dengan pertolongan Allah SWT.

Belum ada Komentar

Posting Komentar