Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Peluang Usaha Budidaya Jamur Tiram Putih.


Budidaya jamur merupakan salah satu potensi bisnis yang sangat menguntungkan jika dikembangkan di daerah yang beriklim tropis seperti di Tuban, Lamongan dan Bojonegoro. Investasi atau modal yang diperlukan dalam menjalankan bisnis jamur tiram cukup ringan sehingga  tidak perlu menyiapkan modal yang besar dalam mengembangkan bisnis tersebut.

Peluang usaha bisnis jamur tiram bisa dijalankan oleh siapa saja bahkan sebagai pembisnis yang masih pertama kali. Dalam menjalankan usaha budidaya jamur diperlukan beberapa tahapan atau kegiatan yang perlu diketahui sebelumnya supaya usaha yang jalankan dapat berkembang dengan maksimal.

Tahapan apa saja yang perlu dilakukan dalam menjalankan bisnis budidaya jamur diantaranya bisa dilihat di bawah ini:

1). Menyiapkan Kumbung

Kumbung merupakan rumah jamur yang akan digunakan sebagai tempat baglog. Jamur akan tumbuh di dalam kumbung yang terbuat dari bambu. Kumbung biasanya dibuat dengan beberapa rak ke atas yang digunakan untuk meletakkan baglog.

Bagunan kumbung yang dibuat harus bisa menjaga suhu dan kelembaban di bagian dalamnnya supaya proses petumbuhan jamur tidak terkendala. Dalam pembuatan kumbung usahakan untuk tidak menggunakan atap dari bahan yang mengeluarkan suhu panas.

Bagian lantai hendaknya dari tana. Setelah pembuatan kumbung sudah jadi sebaiknya baglog tidak langsung dimasukan ke dalam kumbung. Perlu melakukan beberapa langkah atau kegiatan seperti membersihkan kumbung dan menyemprot kumbung.

2. Menyiapkan Baglog

Jamur tiram merupakan jamur kayu sehingga baglog harus dibungkus dengan menggunakan plastik. Salah satu ujung plastik diberi lubang yang akan akan membuat jamur tumbuh keluar.

3. Perawatan Jamur Tiram

Cara perawatan jamur tiram dapat dilakukan dengan beberapa tahapan. Sebelum baglog disusun pada kumbung Anda harus membuka cincin dan kertas penutup baglog. Diamkan selama 5 hari setelah itu potong ujung baglog untuk memberi ruang untuk pertumbuhan lebih lebar. Proses ini dibiarkan selama 3 hari dan jangan disiram. Proses penyiraman sebaiknya dilakukan dengan menggunakan sprayer. Frekuensi penyiraman sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Usahakan suhu kumbung pada kisaran 16-24oC.

4). Pemanenan

Proses panen dilakukan untuk jamur yang telah mekar dan telah membesar. Proses penan tidak boleh terlambat meskipun hanya satu harai saja. Hal ini akan membuat warna menjadi berubah kuning kecoklatan dan tudungnya menjadi pecah.

Tahapan dalam proses budidaya jamur dapat Anda perhatikan di atas. Dengan melihat tahapan di atas Anda bisa semakin mudah dalam menjalankan peluang bisnis budidaya jamur tiram. Menjalankan sebuah bisnis memerlukan perhitungan yang jelas dan detail untuk itu Anda harus mengetahui hitungan analisa usaha budidaya jamur tiram.

$ Modal awal
@ Pembuatan rumah jamur 3.500.000
@ Tangki sprayer 450.000
@ Termometer         100.000
@ Barometer           150.000
Total =                  4.200.000

$ Modal Biaya Operasional 4-5 bulan karena umur Baglog sampai 4-5 bulan.
@ Baglog 1000 pcs @2000 2.000.000
@ Listrik, air, dan keperluan lain 100.000
@ Transport dan pemasaran 1.00.000
Total biaya 5 bulan 2.200.000

$$$ Pendapatan usaha
Menurut pengalaman praktisi, untuk pemula hasilnya 420 gram (0,42 kg) dalam 4 bulan. setiap baglog menghasilkan sekitar 0,42kg jamur, dan dari 1000 baglog, hanya 85% yang hidup atau 850 baglog jamur.

1 baglog yang sehat bisa menghasilkan 7 kali dalam 4 bulan.
Saat ini harga pasaran jamur tiram mencapai 14.000/kg Jadi perhitungannya,
4. Pendapatan selama 4 bulan :
0,42 kg x 850 baglog = 357 kg jamur
Keuntung kotor = 357 x 14.000 = Rp 4.999.000,-
Keuntung bersih = Keuntungan kotor – biaya operasional = 4.999.000 – 2.200.000
Keuntungan bersih = Rp 2.799.000,

Semoga bermanfaat..
Sekian terimakasih.

Belum ada Komentar

Posting Komentar