Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Penyuluhan dan Pembinaan Baca Tulis Al-Qur'an


PEMBINAAN dan PENYUHAN BACA TULIS QURAN SANTRI TAMAN PENDIDIKAN  AL-QURAN SABILUL ROSYAD 
TEGALBANG PALANG TUBAN


Pendahuluan
Al-Quran merupakan kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu rahmat yang tiada taranya bagi alam semesta, didalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi dasar hukum, petunjuk, pedoman dan pelajaran serta ibadah bagi orang yang membaca, mempelajari, mengimani serta mengamalkannya.

Sebagai orang yang beriman kepada Allah SWT. dan memeluk Agama Islam seharusnyalah dapat mengetahui isi Kitab Al Quran dengan cara mempelajari/membaca kitab tersebut, karena membaca Al Quran merupakan perintah Allah SWT.

Sebagaimana tersurat dalam firman Allah Surat Al Alaq ayat 1 s/d 5 yang artinya Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhanmu yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al Quran dan Terjemahan, 1984:1077).

Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya : Sebaik-baik kamu adalah yang mau belajar membaca Al Quran dan mengajarkannya (HR. Bukhori), (Salim Bahreisy, 1986:123). Kemampuan baca tulis Al-Quran bagi setiap individu merupakan bagian dari Pendidikan Agama Islam yang memiliki arti strategis untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya dalam rangka menanamkan nilai-nilai Iman dan Taqwa bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya.

Masjid, sebagai lembaga agama yang berperan mendidik individu dalam meningkatkan kualitas iman kepada Allah SWT dan menumbuhkan perilaku baik di dalam dirinya. Juga sekolah, sebagai lembaga pendidikan yang berperan membekali individu dengan keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki dalam kehidupan ini. (Jose Mourinho, 2013).

Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam laporan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah :
1. Bagaimana cara memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai baca tulis al-Quran ?
2. Bagamana cara menumbuhkan perilaku baik di dalam diri bagi santri Taman Pendidikan  Al-Quran Sabilul Rosyad?

Tujuan Pembahasan
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk ini  adalah :
Ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai tata cara baca tulis Quran.
Ingin menumbuhkan perilaku baik di dalam diri bagi santri Madrasah Diniyah Sabilul Rosyad.

Manfaat kegiatan
Kegiatan ini diharapkan bermanfaat bagi para peserta pelatihan BTQ, serta diharapkan minat para peserta untuk lebih giat belajar setelah dilakukan pelatihan ini.

Bentuk Kegiatan Pembinaan Baca dan Tulis Al-Quran Praktek membimbing tata cara berwudhu dan shalat Proses belajar mengajar melalui media tulis, ketrampilan dan bernyanyi.

Tempat Kegiatan
Dilaksanakan di Musholla Taman Pendidikan  Al-Quran Sabilul Rosyad Tegalbang Palang Tuban.
Waktu Kegiatan

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan Baca Tulis Quran dilaksanakan pada hari sabtu sampai dengan hari Kamis. Untuk hari Jumat Libur. Mulai Habis Magrib dampai Isya Pembahasan

Pengertian Al Quran
Al Quran adalah dasar dan pedoman hidup bagi umat Islam yang perlu dipelajari dan dimengerti serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, karena di dalamnya memuat berbagai aturan dan tatanan hidup manusia di dunia sampai di akherat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berisi firman-firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, difahami dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia (Depdikbud, 1993:28). Dalam mengartikan kata Al Quran sedikitnya ada dua golongan yang berbeda pendapat yaitu:

Golongan pertama yang diwakili antara lain oleh Al Lihyani ber-pendapat bahwa Al Quran adalah bentuk masdar mahfudz mengikuti wazan Al Ghufran dan ia merupakan mustaq dari kata Qaraa yang mempunyai arti sama dengan tala. Al Quran bisa juga disebut Al Muqru yang merupakan sebutan bagi obyek dalam bentuk masdarnya.

Golongan kedua yang diwakili antara lain oleh Az Zujaj berpendapat bahwa Al Quran diidentikkan dengan wazan Fulan yang merupakan musytaq dari lafal Al Qaru yang mempunyai arti al jamu.

Ibnu Atsir juga berpendapat bahwa disebut Al Quran karena di dalamnya memuat kumpulan kisah-kisah. Amar maruf nahi munkar, perjanjian, ancaman, ayat-ayat dan surat-surat lafal Al Quran adalah bentuk masdar seperti kata Ghufran dan Khufran (Atsir, IV, tt : 30).

Dari beberapa pendapat tersebut mereka sepakat bahwa Al Quran adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, bagi yang membaca-nya merupakan ibadah dan mendapat pahala (Fahd Bin Abdurrahman Ar Rumi, terjemahan 1996:41).

Nama-nama Al Quran
Al Quran mempunyai banyak nama antara lain:
Al Furqan artinya pembeda. Maksudnya bahwa Al Quran itu dapat membedakan antara yang hak dan yang batil seperti firman Allah dalam surat Al Furqan ayat 1 (satu) yang artinya: Maha suci Allah yang telah menurunkan. Al Furqan (Al Quran kepada hambanya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (QS. Al Furqan : 1).

Al Kitab artinya kitab Allah. Maksudnya wahyu dari Allah sebagaimana Firman Allah yang artinya : Kitab ini tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi orang yang bertaqwa (QS. Al Baqoroh : 2).

Ad Dzikru artinya peringatan. Maksudnya bahwa Al Quran menjadi peringatan bagi semua manusia atas segala tindakannya yang tidak benar. Sebagaimana firman Allah yang artinya Dan Aku (Allah) telah menurunkan Adz Dzikir (Al Quran) kepadamu untuk menjelaskan kepada manusia apa-apa yang telah Aku turunkan kepada mereka (QS. An Nahl : 44).

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup
Al Quran disamping sebagai Ilmu dan Mujizat terbesar Nabi Muhammad SAW juga sebagai pedoman hidup manusia sepanjang masa, di dunia sampai di akherat.

Ajaran Al Quran selalu sesuai dengan kepen-tingan dan kebutuhan hidup dan kehidupan manusia, oleh karena itu manusia disuruh mengikuti Al Quran. Sebagaimana dalam firmanNya yang artinya : Dan inilah sebuah kitab yang Kami (Allah) turunkan yang diberkati, maka dari itu ikutilah dan bertaqwa-lah kamu (kepada Allah) supaya kamu diberi rahmat (QS. Al Anam : 155).

Dalam surat lain Allah juga berfirman yang artinya : Tidaklah cukup bagi mereka, sesungguhnya yang demikian itu menjadi rahmat dan peringatan bagi orang-orang yang beriman (QS. Al An Kabut : 51). Dari ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa barang siapa mengikuti Al Quran maka mereka akan diberi rahmat dan peringatan dari Allah SWT.

Mengikuti Al Quran berarti menjadikan Al Quran sebagai pegangan dan pedoman hidup, karena memang di dalam Al Quran memuat berbagai aturan tentang kehidupan manusia di dunia hingga akherat.

Barang siapa mengikuti Al Quran maka hidupnya akan selamat dan sejahtera di dunia dan akherat kelak. Bahkan istri Rasulullah WAW, Siti Aisyah ketika ditanya sahabatnya tentang akhlak Rasulullah, beliau menjawab bahwa akhlak Rasulullah adalah Al Quran.

Rasulullan sendiri pernah bersabda yang artinya : Telah kutinggalkan bagimu dua perkara yang tak akan tersesat jika kamu berpegang pada keduanya yaitu Kitab Allah (Al Quran) dan Sunnah RasulNya (HR. Ibn. Abdul Barri). (Moh. Rifai, 1980 : 183).

Keutamaan Membaca Al Quran dan Cara Membacanya Tentang keutamaan dan kelebihan membaca Al Quran, Rasulullah telah menyatakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang maksudnya demikian: Perumpamaan orang mumin yang membaca Al Quran, adalah seperti bunga utrujjah, baunya harum dan rasanya lezat; orang mumin yang tak suka membaca Al Quran, adalah seperti buah korma, baunya tidak begitu harum, tapi manis rasanya; orang munafiq yang membaca Al Quran ibarat sekuntum bunga, berbau harum, tetapi pahit rasanya; dan orang munafiq yang tidak membaca Al Quran, tak ubahnya seperti buah hanzalah, tidak berbau dan rasanya pahit sekali.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah juga menerangkan bagaimana besar-nya rahmat Allah terhadap orang-orang yang membaca Al Quran di rumah- rumah peribadatan (masjid, surau, mushalla dan lain-lain).

Hal ini dikuat-kan oleh sebuah hadits yang masyhur lagi shahih yang berbunyi sebagai berikut: Kepada kaum yang suka berjemaah di rumah-rumah peribadatan, membaca Al Quran secara bergiliran dan ajar-mengajarkannya terhadap sesamanya, akan turunlah kepadanya ketenangan dan ketenteraman, akan terlimpah kepadanya rahmat dan mereka akan dijaga oleh malaikat, juga Allah akan selalu mengingat mereka diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah). (Depag RI, 1984:122).

Dengan hadits di atas nyatalah, bahwa membaca Al Quran, baik mengetahui artinya ataupun tdiak, adalah termasuk ibadah, amal shaleh dan memberi rahmat serta manfaat bagi yang melakukannya; memberi cahaya ke dalam hati yang membacanya sehingga terang benderang, juga memberi cahaya kepada keluarga rumah tangga tempat Al Quran itu dibaca.

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas r.a., Rasullullah bersabda: Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan sembahyang dan dengan membaca Al Quran (Depag RI, 1984: 122).

Al Quran sebagai Kitab Suci, wahyu Ilahi, mempunyai adab-adab tersendiri bagi orang-orang yang membacanya. Adab-adab itu sudah diatur dengan sangat baik, untuk penghormatan dan keagungan Al Quran, tiap- tiap orang harus berpedoman kepadanya dalam mengerjakannya.

Di antara adab-adab membaca Al Quran, yang terpenting ialah:
Disunatkan membaca Al Quran sesudah berwudhu, dalam keadaan bersih, sebab yang dibaca adalah wahyu Allah. Kemudian mengambil Al Quran hendaknya dengant angan kanan; sebaiknya memegangnya dengan kedua belah tangan.

Disunatkah membaca Al Quran di tempat yang bersih, seperti : di rumah, di surau, di mushalla dan di tempat-tempat lain yang dianggap bersih. Tapi yang paling utama ialah di masjid.

Disunatkan membaca Al Quran menghadap ke qiblat, membacanya dengan khusyu dan tenang; sebaiknya dengan berpakaian yang pantas. Ketika membaca Al Quran, mulut hendaknya bersih, tidak berisi makanan, sebaiknya sebelum membaca Al Quran mulut dan gigi dibersihkan lebih dahulu.
Sebelum membaca Al Quran, disunatkan membaca taawwudz, yang berbunyi: audzubillahi minasy syaithanirrajim.

Sesudah itu barulah dibaca Bismillahirrahmanir rahim. Maksudnya, diminta lebih dahulu perlindungan Allah, supaya terjauh dari pengaruh tipu-daya syaitan, sehingga hati dan fikiran tetap tenang di waktu membaca Al Quran, terjauh dari gangguan-gangguan.

Disunatkan membaca Al Quran dengan tartil, yaitu dengan bacaan yang pelan-pelan dan tenang.
Bagi orang yang sudah mengerti arti dan maksud ayat-ayat Al Quran, disunatkan membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat-ayat yang dibacanya itu dan maksudnya.

Dalam membaca Al Quran itu, hendaklah benar-benar diresapkan arti dan maksudnya.
Disunatkan membaca Al Quran dengan suara yang bagus lagi merdu, sebab suara yang bagus dan merdu itu menambah keindahan uslubnya Al Quran.

Sedapat-dapatnya membaca Al Quran janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain. Hendaknya pembacaan diteruskan sampai ke batas yang telah ditentukan, barulah disudahi. Juga dilarang tertawa-tawa, bermain-main dan lain-lain yang semacam itu, ketika sedang membaca Al Quran.

Sebab pekerjaan yang seperti itu tidak layak dilakukan sewaktu membaca Kitab Suci dan berarti tidak menghormati kesuciannya. (Depag RI, 1984:125-128).

Metode Membaca Al Quran
Pelaksanaan pengajaran Baca Tulis Al-Qur'an dilakukan dengan menggunakan metode sorogan yaitu siswa membaca didepan mahasiswa yang menjadi pengajar dan menyimaknya.

Adapun yang menjadi problem dalam pengajaran Baca Tulis Al-Qur'an adalah semua komponen pengajaran itu sendiri yang meliputi : materi yang kurang lengkap, kompetensi pengajar kurang, perbedaan kecerdasan peserta, kurangnya media pengajaran.

Adapun upaya yang ditempuh meliputi: berusaha melengkapi sarana prasarana, menggunakan metode yang bervariasi.

Kegiatan Baca Tulis Al Quran (BTQ) adalah sebuah kegiatan membaca Al Quran dengan tartil, artinya jelas, racak dan teratur, sedang menurut istilah ahli qiro`at ialah membaca Al Qur`an dengan pelan-pelan dan tenang, beserta dengan memikirkan arti-arti Al Qur`an yang sedang dibaca, semua hukum tajwid dan waqof terjaga dengan baik dan benar / terpelihara dengan sempurna.

Dalam penggunaan metode mengajar baca tulis Al Quran Mahmud Yunus mengemukakan 4 (empat) metode yaitu :
Metode abjad yaitu mengajarkan huruf Al Quran dari nama-nama huruf, kata perkata kemudian kalimat.

Metode suara yaitu ada kesamaan dengan metode abjad tetapi huruf diajarkan menurut bunyi.
Metode kata-kata yaitu memperhatikan kata-kata yang dibacakan guru kemudian menirukannya.
Metode kalimat yaitu dimulai dari kalimat, kemudian kata kemudian huruf. (Mahmud Yunus, 1981 : 6-20).

Sedangkan Asad Humam berpendapat bahwa (1994:30) Dengan metode iqro metode ini mengandung/mempunyai 10 (sepuluh) sifat yaitu : Bacaan langsung, CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), Privat/ Klasikal, Modul, Praktis, Asistensi, Sistematis, Variatif, Komunikatif, Fleksibel. (Rochim, 2012).

Pelaksanaan Kegiatan
Waktu Kegiatan
Sebelum kegiatan pengabdian kepada masyarakat  maka saya melakukan persiapan-persiapan sebagai berikut :
Mengadakan konsultasi dengan Kepala Taman Pendidikan  Al-Quran Sabilul Rosyaduntuk minta ijin pelaksanaan PKM Membinaan BTQ serta menetapkan hari, tanggal dan peralatan yang diperlukan.
Mengadakan rapat bersama pengurus Madrasatul Quran mengenai teknis pelaksanaan pelatihan BTQ.

Mendata seluruh santri Taman Pendidikan  Al-Quran Sabilul Rosyadyang tinggal di dalam Madrasah.
Menyiapkan materi pembelajaran serta pelatihan BTQ beserta instrumen pembimbingan yang diperlukan agar pelaksanaan dapat mudah dipahami, menarik dan lancar.

Peserta
Diikuti oleh santri putri dan putra yang tinggal di dalam Madrasah yang berjumlah 60 anak.

Proses Kegiatan
Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam dari pukul 18.00-19.30 . Diawali dengan berdoa sebelum belajar dan yel-yel penyemangat aktivitas belajar mengajar. Setelah itu anak-anak mulai belajar mengaji sesuai dengan tingkat kemampuan. Untuk yang belum bisa membaca al-quran akan dibimbing dengan membaca iqro.

Dan untuk yang sudah lancar akan diperdalam dengan mempelajari tajwid dan terjemahan Al-quran. Anak-anak yang sudah belajar membaca, akan dibimbing untuk menulis huruf-huruf hijaiyah sampai lancar.

Sedangkan untuk anak-anak yang sudah pandai membaca al-quran dibimbing untuk menghafal surat pendek dan doa-doa harian. Adapun disela-sela istirahat anak-anak diselingi hiburan dengan bernyanyi bersama.

Selain belajar mengaji kegiatan ini juga terdiri dari, pembelajaran ilmu fiqih, praktik shalat dan wudhu, keterampilan (menggambar dan mewarnai), kerajinan tangan, ilmu pengetahuan umum, hafalan surat pendek dan doa-doa harian.

Hasil dan Pembahasan
Hasil Pelaksanaan
Kegiatan pelatihan Baca Tulis Quran (BTQ) untuk semester dua ini telah dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2018 sampai dengan 30 Agustus 2018 dengan hasil sebagaimana terlampir.

Pembahasan
Sejumlah 60 orang peserta yang mendapat pengajaran tentang membaca dan menulis Al-Quran. Berdasarkan hasil pelatihan selama 6 bulan, dapat diketahui kemajuan pengetahuan peserta menyangkut materi yang telah disampaikan.

Bisa dilihat dari grafik, Nampak peningkatan pengetahuan mereka secara signifikan. Terlihat bahwa rata-rata mereka telah memperolah tambahan pengetahuan yang cukup memadai perihal apa yang telah dimaterikan. Oleh sebab itu diharapkan peserta pelatihan dapat memanfaatkan pengetahuan ini untuk lebih mengoptimalkan ilmu pengetahuan.

Penutup
Kesimpulan
Pendidikan Al-Quran sejak dini memang sangat diperlukan terutama pada masa golden age dimana pola pikir anak-anak yang masih jernih dan daya ingat yang kuat dapat menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk memberikan pelajaran yang baik. Demi pembentukan kepribadian anak yang cemerlang dan berkelanjutan.

Pelatihan Baca Tulis Al-Quran dapat menjadi sarana efektif bagi penerapan ilmu-ilmu islam. Sebab Al-Quran adalah pedoman bagi seluruh umat islam yang kelak akan memberi petunjuk bagi generasi-generasi muda untuk menjadi pribadi yang baik https://drive.google.com/file/d/1Qe6sVP5qXLOFBYNTQ1D2aDrOS-0an88p/view?usp=drivesdk

1 Komentar Pembaca