Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Ekonomi Syariah Solusi Halal-nya Teransaksi dan Investasi


Sekarang sudah banyak lembaga-lembaga ekonomi yang berbasis syariah dan untuk membedakannya dengan lembaga konvensional, maka di belakang lembaga tersebut ditambahan kata Syariah. Sebelum lebih jauh masuk pada masing-masing lembaga ekonomi tersebut ada baiknya dijelaskan dahulu tentang apa itu ekonomi syariah secara umum.

Ekonomi Islam atau lebih dikenal dengan ekonomi Syariah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang membantu mewujudkan kesejahteraan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang langka sesuai dengan maqashid, tanpa mengekang kebebasan individu secara berlebihan, menimbulkan ketidakseimbangan makro ekonomi dan ekologi atau melemahkan keluarga dan solidaritas sosial dan jalinan moral dari masyarakat.

Ekonomi Syariah sebagai ilmu yang mempelajari perilaku muslim (yang beriman) dalam suatu masyarakat Islam dengan mengikuti Al-Qur’an, Hadis Nabi Muhammad SAW, ijma, dan qiyas.

Segala Aturan yang Allah SWT. turunkan dalam sistem Islam mengarah pada tercapainya kebaikan, kesejahteraan,  keutamaan serta menghapuskan kejahatan, kesengsaraan, kerugian pada seluruh ciptaan-Nya. Demikian pula dalam hal ekonomi, tujuannya adalah membantu manusia mencapai  kemenangan di dunia dan di akhirat.

Seorang fuqaha asal Mesir yakni Prof. Muhammad Abu Zahrah mengatakan ada 3 sasaran hukum Islam yang menunjukkan Syariat Islam diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia. 3 sasaran itu antara lain:

1. Penyucian jiwa agar setiap muslim bisa menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat dan lingkungannya.

2. Tegaknya keadilan dalam masyakat. Keadilan yang dimaksud mencakup aspek kehidupan di bidang hukum muamalah.

3. Tercapainya maslahah (merupakan puncaknya).

Para ulama menyepakati bahwa maslahah yang menjadi puncak sasaran di atas meliputi 5 jaminan dasar, yakni :
• Keselamatan keyakinan agama (al-din)
• Keselamatan jiwa (al-nafs)
• Keselamatan akal (al-aql)
• Keselamatan keluarga dan keturunan (al-nafsl)
• Keselamatan harta benda (al-mal)

Ada enam prinsip penting dalam ekonomi syariah, yaitu:
1. Berbagai jenis sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan Allah Swt kepada manusia mengakui pemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu,
3. Kekuatan penggerak utama ekonomi Islam adalah kerja  sama.
4. Ekonomi Islam menolak terjadinya akumulasi kekayaan  yang dikuasai oleh segelintir orang saja.
5. Ekonomi Islam menjamin pemilikan masyarakat dan  penggunaannya direncanakan untuk kepentingan banyak  orang.
6. Seorang Muslim harus takut kepada Allah Swt dan hari  penentuan di akhirat nanti.

Lembaga melakukan aktivitas ekonomi syariah ini, diantaranya adalah Perbankan Syariah, Asuransi Syariah, Pasar Modal
Syariah, Konsumsi produk halal, Aktivitas sosial yang berupa pemberian zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf.

Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang ekonomi Syariah. Amin...

Sumber:
Buku Tanya Jawab Ekonomi Islam

Belum ada Komentar

Posting Komentar