Figur Guru Penuntun Sukses Dunia Akhirat

Share
Figur Guru Penuntun Sukses Dunia Akhirat

Kiyaiku menuntunku sukses Dunia Akhirat.

Abah KH. Nur Khotib dilahirkan pada tanggal 03 Agustus 1951 di desa Kamulan. Beliau adalah putra ke-6 dari pasangan KH.Abdul Rohim dan Ibu Nyai Amilah.


Masa Pendidikan Abah KH. Nur Khotib

Abah KH. Nur Khotib  berada dalam lingkungan keluarga pesantren, Ayah Beliau adalah seorang Kiyai yang sangat disegani, oleh sebab itulah Abah Kiyai sejak kecil dididik ilmu agama oleh ayah Beliau secara disiplin, mulai dari baca tulis Al-Qur'an dan Ilmu Agama yang Ilmu-ilmu yang lain, tidak heran jika setelah Beliau remaja  Beliau semakin gemar menuntut ilmu, hal ini di sebabkan oleh didikan Abah Beliau yang sangat tegas dan penuh kedisiplinan tinggi.

Sehingga Beliau tumbuh sebagai penerus perjuangan leluhur Beliau, yakni mengibarkan Syariat-syariat islam.

Selain bimbingan dari Abah Beliau, Abah Kiyai pun mendalami ilmu-ilmu Agama di berbagai pondok pesantren, salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur adalah pondok pesantren Hidayatul Thulab yang saat itu diasuh oleh KH.Mahmud Ikhsan dan KH.Jumadi Nafi'i.

Dan karena kecerdasan Beliau, Beliau dinaikan ke jenjang yang lebih tinggi (pada waktu kelas 1 tidak naik ke kelas 2 akan tetapi langsung ke kelas 3).

Seusai di Pondok pesantren Hidayatul Thulab Beliau meneruskan menimba imu di pondok pesatren Tumpeng Lumajang di bawah bimbingan KH.Abdul Mazit selama kurang lebih 7,5 tahun.

Selesai di pondok Pesantren Tumpeng lah tanda-tanda Beliau akan menjadi seorang Kiyai besar mulai tampak Beliau diamanai oleh KH.Abdul Mazid (kiyai beliau PP Tumpeng Lumajang) yaitu sewaktu Beliau khatam kitab Alfiah, Beliau langsung diberi mandat untuk mengajarkan kitab tersebut. Di pondok pesantren tersebut Beliau bisa dikatakan telah banyak mempunyai santri, dikarnakan banyaknya santri yang belajar kepada Beliau.

Ada lagi kejadian yang irasional, yaitu:  ketika saat Beliau hendak menyebrang ke pulau Madur, tiba-tiba Beliau di ajak bicara oleh seorang tukang rumput hingga Beliau tertinggal kapal yang akan mengantarkan Beliau kepulau garam tersebut, dan unik nya pada saat tukang rumput menhilang entah kemana kapal tersebut sudah ada ditempat semula.

Segala keistimewaan Allah yang di berikan kepada Abah KH.Nur Khotib bukanlah sesuatu hal yang tanpa alasan, melainkan hasil riadloh Beliau pada saat menuntut ilmu, sehingga pada kemudian hari apa yang Beliau dapatkan di pondok pesantren dapat bermanfaat bagi Beliau khusus nya dan bagi semua orang umumnya baik di Dunia maupun di Akhirat.

Riadloh (Tirakat)  Abah KH. Nur Khotib

1. Beliau pergi kepondok pesantren tumpeng dengan berjalan kaki,
2. Beliaupun melakukan pusa mundur (puasa 7 hari, kemudian 6 hari hingga 1 hari, kemudian mengulangi lagi).
3. Beliau tidak makan nasi (mbrakah/ngerowot) bahkan riadloh ini masih di lakukan hingga Beliau mengasuh pondok pesantren Darissulaimaniyyah Kamulan Durenan Trenggalek.
4. Beliau Berpuasa dengan haya berbuka dua potong ubi (ketela),
5. Beliau tidur di ranjang yg beralaskan anyaman bambu (tidak tidur di atas ranjang yang beralaskan kasur empuk).
6. Beliau Berziarah kemakam Para wali Allah seluruh jawa dengan berjalan kaki selama kurang lebih dua bulan,
7. Beliau melakukan pengembaraan dari satu tempat ke tempat lainnya hingga pada masa perjuangan dan masih banyak lagi riadloh Beliau yang lain yang belum bisa saya paparkan.

Karakter Abah KH. Nur Khotib

Walaupun Abah KH. Nur Khotib relatif muda dalam segi usia, Beliau adalah seorang figur yang layak dan patut di jadikan suri tauladan dalam berbagai hal. Beliau merupakan figur yang mempunyai kepribadian yang pantas di jadikan panutan bagi semua golongan, diantaranya adalah:

a. beliau seorang pendiam, sopan dan sabar.
b. Beliau adalah seorang yang sederhana dalam kehidupan sehari-harinya.
c. Beliau adalah seorang yang cinta kepda para Walinya Allah. hal ini terbukti dengan selalu berziaroh di makam para wali.
d. Beliau bersifat rendah hati, walau Beliau adalah seorang Kiyai besar Beliau tidak meremehkan siapapun dalam bidang apapun.
e. Beliau sangat dekat dengan Kiyai sepuh dan selalu menganggapnya guru.
f. Beliau tidak pernah mencampuri urusan orang lain kecuali apa yang menjadi tanggung jawab Beliau.
g. Beliau seorang yang sangat menghargai waktu hampir tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, hari-hari nya dituangkan untuk mengaji dan mengaji dan masih banyak karakter-karakter Beliau yang lainnya.

Pola Pemikiran Abah KH. Nur Khotib

Pola Pemikiran Beliau yang sangat kental dan sikap Beliau sehari-hari adlah moderat,salafi modern dan kepekaan sosial yang tinggi.

1. Moderat dalam arti tidak kaku dalam memandang msalah-masalh yang ada kaitannya dengan hukum syari'at maksudnya tidak langsung dikembalikan pada ketentuan fiqih (fiqih murni saja) akan tetapi lebih di kembalikan pada qoidah-qoidah usul fiqih dimana faktor ilat suatu hukum dan masalah lebih di perhatikan.
2. Salaf modern dalam arti  Beliau ingin selalu mepertahankan nilai-nilai yang terkandung dalm kitab-kitab salaf dan menjunjung tinggi ajaran ulama-ulama salafi. Akan tetapi Beliau sampaikan dengan pendekatan moral dan etika modern, misalnya dalam mendidik berbagai macam ilmu Beliau memberikan uraikan dan penjelasan kepada para santri-santriwatinya tidak Cuma secara tekstual (teori) saja tetapi Beliau juga menyampaikan dengan cara kontekstual (praktek) supaya semua dapat di faham secara alami.
3. Sosial yang tinggi ini melekat dalam diri Beliau sebab memang secara pribadi Beliau merasakan sendiri bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan, karena itulah Beliau selalu memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang ada di lingkungan Beliau,  misalnya dalam setiap tahun ajaran baru dapur Beliau selalu di punuhi dengan berbagai macam kebutuhan (gula,kopi,teh dan lain-lain) yang Beliau bagikan kepada masyarakat di lingkungan Beliau.

Dan hal yang paling terkesan dengan figur beliau sebagai tokoh dan kiyai Salaf adalah kepedulian Beliau terhadap ilmu dan pondok pesantren, hal ini Beliau wujudkan dengan di bukanya sekolah formal bagi santri yang tidak Cuma butuh ilmu agama dan untuk kemajuan pondok pesantren di masa depan secara kualitas.

Perjuangan Abah KH. Nur Khotib

Setelah kelahiran Gus Muhamad Nasir, Beliau diminta pulang ke tanah jawa oleh keluarga Beliau, terutama Ibu nyai Amilah dan kakaknya KH. Mashuri karena rasa rindu mereka setelah lama tak bertemu.

Tepatnya pada tahun 1982 Abah Kiyai kembali ke tanah kelahirannya bersama istri dan putranya tercinta, sejak saat itulah Beliau menetap di Kamulan hingga saat ini. tidak sedikit juga para pemuda-pemuda Kalimantan yang ikut mengantarkan Beliau hijrah ke tanah jawa dan kemudian menjadi santri Beliau.

Kemudian tahun-tahun berikutnya lahirlah putra-putri beliau hingga akirnya Beliau di karuniai seorang cucu perempuan yang di beri nama Himmati Muyasyaroh hasil pernikahan putri Beliau Neng kholilah dan Gus Nur Rohim.

Setelah Beliau menetap di kamulan Abah KH.Nur Khotib memulai perjuangannya di pondok pesantren kakaknya (KH.Mashuri) Beliau bersatu dengan kaka nya dalam mengembangkakan kemajuan (kualitas) pondok pesantren di segala bidang baik sektor fisik (jasmani) maupun sektor rohani.

Dalam sektor jasmani Beliau berhasil membangun pondok pesantren putri yang diberi nama darul istikomah, assulaimaniyah tepatnya pada tahun 1985.
Dalm sektor rohani, Beliau yang pertama kali membacakan kitab al fiah ibnu malik dan Beliau memulai membacakan kitab Ihya’ulumudin-nya karya Imam Ghozali.

Namun segala sesuatu yang bersifat berjuang tidaklah semudah kita membalik telapak tangan. disaat Beliau baru membacakan kitab tersebut Beliau sakit keras selama kurang lebih 3 bulan, cobaan yang Beliau alami tidak menjadi alasan baginya untuk berputus asa.

Ibadah Haji Abah KH. Nur Khotib

Tepatnya pada tanggal 14 februari 2000 adalah hari yang paling istimewa bagi pra santri-santri pondok pesantren Darissulaimaniyah pada masa itu. Hari Senin setelah magrib, dengan kasih sayang kedua mata Beliau pelan tapi mantab Beliau berkata :

"santri-santri ku kabeh, sesok malem kemis aku lan ibu mu arep mangkat menuhi panggilan suci nyembadani dawuhe allah ono tanah suci, seng tak jaluk ayo podo di jogo pondoke bareng-bareng nek mung keamanan lan pengurus ora bakal iso njogo pondok tanpo kesadaran sampean kabeh, seng ngati-ngati lan podo seng sabar. menowo ono masalah, yo podo di musyawarohno bareng-bareng, sebab biasane yen ditinggal wong tuo iku ono opo opo, neng seng tak jaluk yo ora ono opo-opo. sampean besok ono kono yo tak dungak ake mugo-mugo biso nusul ono tanah suci, neng syarate ojo podo gawe perkoro seng aneh-aneh.

Halus dan lembut namun pasti, begitulah pesan Beliau dengan di iringi tangis haru para santri, tepatnya pada tanggal 17 februari 2000 jam 03 malam dengan disertai iringin sholawat badar oleh para santri yang penuh perasaan haru, Abah KH. Nur Khotib dan Ibu Nyai Syfiyah meninggalkan Kamulan Utara menuju tanah suci memenuhi panggilan Allah.

Setelah 40 hari ditinggalkan oleh Beliau rasa fakum, resah dan dahaga akan kasih sayang Beliaupun terhapus tanggal 29 maret 2000 mendung tebal yang menyelimuti para santripun kembali cerah sebab kepulangan Abah Kiyai dan Ibu Nyai dari tanah suci dan hujan air mata bahagia pun menyambut kepulangan Beliau.

Semoga menjadi haji yang mabrur amiin.
Share

4 Komentar untuk "Figur Guru Penuntun Sukses Dunia Akhirat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel