Pemimpin Milenial

Share

Figur pemimpin masa depan itu seperti kepemimpin Generasi Milenial, generasi Milenial kini dan masa yang akan datang memiliki jiwa Pemimpin yang positif, partisipatif dan berorientasi pada konsiderasi, serta tidak selamanya merupakan pemimpin yang terbaik.

Dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanya perilaku staf / individu yang berbeda-beda), maka untuk mencapai efektivitas organisasi, Andaikan memiliki pemimpin kini dan Masa datang yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa.

Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika Seorang pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti.

Oleh sebab itu kualitas Pengikut tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.

Rahasia utama dari kepemimpinan yaitu memiliki kekuatan terbesar dari seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya.

Jika ingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain, pikirkanlah diri sendiri dulu.
Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan akan bagus, kokoh, megah, karena ada pondasinya.

Memikirkan dalam membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong jika tidak diawali dengan diri sendiri. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri sendiri.

Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal.

Hari ini, tentu berbeda dengan kemarin, atau esok hari. Tentu kita semua berharap agar esok hari dapat melihat dengan aman, damai, tentram dan sejahtera, dan hal tersebut akan terwujud apabila kita telah menemukan seorang pemimpin yang tepat yang bisa membimbing.

Pemimpin di masa depan ada ditangan Para generasi  Milenial ,saatnya untuk berkarya.

Kepemimpinan Generasi Milenial hari ini, tentu berbeda dengan kemarin, atau esok hari. Tentu kita semua berharap agar esok hari dapat melihat dengan aman, damai, tentram dan sejahtera, dan hal tersebut akan terwujud apabila kita telah menemukan seorang pemimpin yang tepat yang bisa membimbing.

Generasi Milenial yang akan menjawab semua tantangan masa depan ini.

Menyedihkan ketika kita melihat para pemimpin kita masih tidak dapat di harapkan, karena bahkan moral pemimpin kita pun masih harus di pertanyakan, masih harus di benahi, lantas bagaimana dengan yang dipimpin? Akankah lebih parah?

Ataukah dapat memperbaikinya?

 Ibarat dalam pesawat terbang pemimpin adalah pilot, dan rakyatnya adalah penumpang, kemana pesawat akan terbang, keselamatan para penumpang dan kenyamanan ketika terbang adalah tanggung jawab pilot dan awak nya, maka ketika terjadi kecelakaan, semuanya adalah tanggung jawab dari sang pilot, saat ini, kita tahu ada yang salah dalam kepemimpinan pemerintah saat ini, maka apakah yang akan terjadi selanjutnya?

Tentu semua berharap agar tidak terjadi kecelakaan dan musibah, namun setelah terjadi kesalahan yang di lakukan oleh pemimpin, akankah masa depan kita menjadi seperti pesawat yang menghilang disamudera Hindia, yang di perkirakan karena pilot yang tidak menguasai medan?

Atau perkiraan lainnya, yang mengatakan kesalahan tersebut ada pada control tower nya? Yang jelas, dari tulisan ini, saya hanya berharap agar Masa yang akan datang tidak hancur lebur seperti pesawat tersebut, yang hanya tersisa black box-nya dan puing puing potongan jenazah dari korban korbannya, atau dengan kata lain, hanya sejarah yang tersisa di negeri ini, dan rakyat rakyatnya yang menderita luka yang sangat dalam.

Hari ini, banyak hal menyeramkan, menyedihkan, konyol, dan membuat miris yang akan kita rasakan..

Menurut Keith Devis, terdapat 4 (Empat) sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
1. Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata- rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
2. Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
3. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
4. Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya
Diharapkan kepemimpin kini dan masa yang akan datang memiliki jiwa Pemimpin yang positif, partisipatif dan berorientasi pada konsiderasi, serta tidak selamanya merupakan pemimpin yang terbaik.
Menjadi pemimpin adalah soal pengakuan dari yang dipimpin, sebuah rumusan sederhana yang sering terlupakan.
Orang-orang mulai melupakan rasa moralitas, juga idealisme dalam bermasyarakat ketika menyangkut hal yang berbau materi, masyarakat kita, tidak terkecuali para pemimpin yang sedang berkuasa, cenderung lebih memikirkan keuntungan pribadi dibandingkan dengan kepentingan umum, yang mereka lakukan dengan cara yang tidak baik seperti:  korupsi, dll. Semua ini adalah sebuah Tulisan dari Generasi Milenial  yang Menjawab Tantangan Masa Depan yang lebih baik..
Salam Milenial Indonesia....

Share

Belum ada Komentar untuk "Pemimpin Milenial "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel