Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Urgensi Dakwah di Era Milenial



Assalamualaikum.

Saudara/i pembaca yang budiman! berjumpa lagi dengan akun saya, Semoga saudara/i senantiasa berbahagia ... Aamiin.

Karmuji.com : Kali ini  akan membahas  "Urgensi Dakwah di Era Milenial" selamat mrmbaca ...

Di era milenial ini, internet dan juga media sosial telah menjadi sedemikian besar dan berdaya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tidak dapat diabaikan.

Tak sekadar memudahkan pencarian informasi, media sosial dan internet saat ini juga menjadi wahana yang tepat dan efektif untuk berdakwah.

Hal ini karena jejaring sosial digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia dan profesi di seluruh dunia. Dakwah pun bisa dilakukan di manapun dan kapan pun.

Pesatnya akselerasi teknologi, membawa teknologi komunikasi dan informasi ke dalam paradigma baru. Kemajuan teknologi menawarkan sumber informasi komunikasi yang dapat di akses tanpa mengenal waktu dan tempat.

Internet seperangkat dengan media sosial di dalamnya misalnya, keduanya mampu mendistribusikan pesan dengan luas dan dengan mudah menyebarkan informasi kepada banyak orang.

Hal tersebut tentu membuat perubahan yang signifikan terhadap dunia komunikasi dakwah. Yang dulunya terbatas oleh ruang dan waktu, kini dakwah bisa dilakukan dengan lebih mudah dan efektif.

Melalui media sosial dan internet,dakwah bisa tersampaikan dengan baik dibandingkan dengan dakwah melalui acara-acara keislaman.

Hal ini dimungkinkan karena masyarakat dalam hal ini para pemilik akun media sosial berada dalam situasi ‘fleksible'.

Maksudnya, mereka membaca postingan dakwah tersebut ketika mereka memang ingin membacanya, begitu juga sebaliknya.

"Sampaikanlah dariku, walau hanya satu ayat!"

Demikian kalimat tegas  dari Baginda Nabi Muhammad SAW.

Seuntai kalimat yang sangat masyhur di tengah kalangan umatnya, menunjukkan betapa pentingnya urgensi dakwah Islamiyah.

Hal itu acapkali menjadi motivasi bagi para Da'i untuk tidak segan dan sangat berani dalam menyampaikan ayat-ayat Allah SWT kepada setiap makhluk bumi, walaupun itu hanya satu ayat.

Kalimat itu pun terus bergulir sepanjang zaman, menjadi ruh semangat para dai dalam tataran praktisnya di lapangan. Berbagai macam cara ditampilkan. Dari zaman ke zaman.

Bercermin Dakwah di  Era Rasulullah

Bercermin kembali pada sejarah dakwah Islamiyah yang telah terjadi sepanjang sejarah peradaban umat manusia secara garis besar, maka kita dapati fenomena perubahan yang cukup menarik.

Di era kenabian, bermula dari turunnya petintah dakwah pertama kepada Nabi Nuh AS untuk umatnya. Hingga masa kenabian Rasulullah SAW, dakwah secara aktif disampaikan bi-al-lisan atau dengan metode perkataan atau ucapan.

Penyampaian informasi dari pemberi dan penerima dilakukan dengan teknologi yang hadir di zaman itu, yaitu bahasa.

Bahasa menjadi sebuah teknologi yang memungkinkan bagi para nabi untuk memberikan pemahaman Islam kepada umatnya. Seiring dengan berkembangnya teknologi bahasa, muncul beragam teknologi pelengkap untuk menyampaikan sebuah informasi utuh dalam bentuk gambar, huruf alfabet ataupun angka-angka arabik.

Hingga sampai masanya, dakwah dengan teknologi bahasa mulai beralih kepada teknologi tulisan. Selepas wafatnya Rasulullah di tahun 632 M, tepatnya pada masa kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan, bersama para sahabat kala itu mulai menaruh perhatian yang serius pada dakwah bi-al-qalam atau dakwah dengan tulisan.

Penyampaian pesan-pesan Islam yang bersumber dari kitab suci Al-Quran, dirasa tidak efektif lagi jika hanya sekedar mengandalkan lisan. Bahkan sudah sampai tahap sangat mengkhawatirkan karena adanya reduksi hingga bias informasi yang diterima. Seiring dengan semakin luas dan beragamnya objek dakwah yang menerima dakwah Islam masa itu.
Sekian dan terimakasih.

Wassalamualaikum.

Kegiatan Rutin tahtimul Qur'an
Penyuluh Honorer Kec. Palang



Belum ada Komentar

Posting Komentar