Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Era Milenial butuh Figur sang Ayah Bercakrawala Milenial



Assalamualaikum. Wr. Wb.
Karmuji.com :Penyuluh Agama Islam Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Pada pertemuan kali ini saya akan mengulas ayah teladan di Era Milenial yang beetepatan dengan Hari Ayah 12 November 2019. Selamat membaca!!!

Pembaca yang berbahahia...
Seakan telah menjadi kesepakatan bersama, bahwa tugas seorang ayah dibatasi hanya untuk hal-hal yang berhubungan dengan materi, keuangan atau pemenuhan ekonomi keluarga saja. Sementara untuk pendidikan dan pengasuhan anak sepenuhnya adalah tanggung jawab istri, akibatnya selama ini jika ada perilaku atau persoalan yang berkaitan dengan pendidikan dan perilaku anak maka yang sering dipertanyakan adalah kurang berjalannya peran istri terhadap tanggung jawabnya.
Perkembangan teknologi informasi saat ini telah mulai mengubah tatanan nilai, sistem dan perilaku sosial di tengah masyarakat. Keadaan tersebut ditandai dengan semakin banyaknya perempuan masuk ke dunia kerja. Bahkan saat ini tidak sedikit perempuan justru yang menjadi tulang punggung atau pencari nafkah utama dalam sebuah keluarga.
Oleh karena itu, sudah saatnya mindset seperti itu diubah. Keadaan yang terjadi saat ini mengharuskan orangtua untuk menyesuaikan pola pengasuhan terhadap anak, akan tetapi tanpa meninggalkan hal yang bersifat kodrat dan prinsip serta norma yang berlaku. Seperti mengandung dan menyusui, demikian itu adalah sesuatu yang bersifat kodrat dan tidak akan mungkin dapat digantikan oleh suami. Akan tetapi si suami dapat mengambil peran dalam pendidikan dan pengasuhan anak.
Dengan demikian, agar menjadi ayah teladan di era milenial ini setidaknya ada empat peran yang dapat dilakukan, antara lain:

1.  Mendampingi istri saat masa kehamilan. Peran seorang ayah pada masa kehamilan istri dapat dilakukan dengan cara ikut mendampingi istri dalam pemeriksaan kandungan dan persiapan kelahiran. Hal tersebut sangat penting karena kehadiran suami memengaruhi kondisi emosi istri dan akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Selain itu, peran suami yang tidak kalah pentingnya pada masa kehamilan istri adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi atau makanan istri.

2. Turut merawat bayi. Jika seorang ayah ikut berpartisipasi dalam merawat bayi, maka akan berdampak pada meningkatkan kesabaran dan semangat ibu untuk menyusui bayi. Bagi si ayah hal tersebut dapat dilakukan misalnya dengan ikut mengganti popok, memandikan dan menggendong bayi sambil terus memberikan stimulus terhadap aspek perkembangan anak, diantaranya motorik halus, motorik kasar, komunikasi pasif serta komunikasi aktif si anak.

3. Melakukan aktivitas bersama anak. Hal tersebut dapat dilakukan oleh seorang ayah dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama anak, seperti bermain, rekreasi, membaca, berdongeng, mengenalkan lingkungan sekitar kepada anak dan sebagainya.

4. Menciptakan komunikasi yang baik. Misalnya ayah dapat mengajak anak berdialog, berdiskusi bersama si anak untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi anak. Menanyakan bagaimana pelajaran di sekolah. Jika ada pekerjaan yang menyebabkan seorang ayah terpaksa harus meninggalkan rumah selama beberapa waktu, maka hendaklah menyempatkan diri menghubungi anak baik melalui panggilan telepon maupun melalui media sosial. Sehingga anak merasakan komunikasi dengan ayahnya tetap berjalan dengan lancar.

Jika peran pengasuhan tersebut dilakukan oleh ayah, maka kemungkinan besar si anak akan dapat mencapai masa tumbuh kembangnya dengan optimal. Sementara itu bagi anak yang telah memasuki masa remaja tidak akan mudah terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi di era milenial saat ini, terutama dampak negatif dari media sosial. Akhirnya harapan untuk menciptakan generasi yang berkualitas dapat segera diwujudkan melalui era bonus demografi yang akan segera dialami bangsa ini.
Jika kita sering mendengar Pepatah “Ibu adalah madrasah pertama bagi anak”, hendaknya ungkapan tersebut harus dilanjutkan dengan kalimat “Ayah adalah kepala Sekolahnya”. Oleh karena itu sebagai “kepala sekolah” seorang ayah harus mampu membuat suasana aman dan nyaman, merumuskan visi dan misi, melakukan evaluasi serta kemampuan untuk menegakkan aturan.
Sekian ulasan tentang Ayah teladan di Era Milenial.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Selamat hari Ayah 12 Nobember 2019

Belum ada Komentar