Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Slogan :"Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani" Penuh Petuah dan Inspirasi



Slogan "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani" itu adalah slogan tinggalan sejarah dari Pahlawan Ki Hadjar Dewantara, Slogan ini sangat populer sekali diterapkan di semua urusan, dimanapun, tujuan dari Slogan ini.
1.  "Ing Ngarsa sung Tuladha"
     Di Depan menjadi Contoh atau Panutan
Dilihat dari asal katanya, maka ing ngarso sung tuladho itu berasal dari kata ing ngarso yang diartikan di depan, sung (lngsun) yang artinya saya, dan kata tulodo yang artinya tauladan. Dengan demikian arti dari semboyan ki Hadjar Dewantara yang pertama ini adalah ketika menjadi pemimpin, baik pemimpin tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten maupun pusat atau jadi seorang guru, Dosen, atau Profesi berada di depan harus dapat memberikan suri tauladan untuk semua orang yang ada disekitarnya.

2. "Ing Madya Mangun Karsa"
     Di tengah Berbuat Keseimbangan atau Penjalaran
Dari asal katanya, maka Ing Madyo Mbangun Karso berasal dari kata Ing Madyo yang diartikan di tengah-tengah, Mbangun yang memiliki arti membangkitkan dan karso yang memiliki arti bentuk kemauan atau niat. Dengan demikian makna dari semboyan Ki Hadjar Dewantara yang kedua ini adalah seorang pemimpin, guru di tengah-tengah kesibukannya diharapkan dapat membangkitkan semangat terhadap warganya atau peserta didiknya.

3. "Tut Wuri Handayani"
     Di Belakang membuat Dorongan atau Mendorong
Dari asal katanya, Tut Wuri Handayani, dirangkai dari kata tut wuri yang memiliki arti mengikuti dari belakang dan kata handayani yang memilki arti memberikan motivasi atau dorongan semangat. Dengan demikian semboyan ki Hadjar Dewantara yang ketiga ini memiliki makna bahwa seorang pemimpin atau seorang guru diharapkan dapat memberikan suatu dorongan moral dan semangat kepada warganya maupun peserta didik ketika guru tersebut berada di belakang.
Dari semboyan beliau lah tercipta semangat yang tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia. Sudah seharusnya aparatur Negara, mapun jadi guru-guru,  di Indonesia belajar dari seorang bapak pendidikan yang telah memberikan dampak positif terhadap bangsa Indonesia. karena, di tangan para merekalah nasib para penerus generasi bangsa. serta tanggung jawab kemajuan di Indonesia adalah tanggungjawab bersama, oleh karena itu harus berkontribusi dalam hal yang positif dan ikut serta menyalurkan kemampuannya di dalam bidang apapun semaksimal mungkin.





Belum ada Komentar

Posting Komentar