Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Inti Instruksi Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 01 Tahun2021




Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2O1 9 (Covid-19).

Instruksi Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 01 Tahun2021

tentang Gerahan Ssosialisasi Penerapan Protocol Kesehatan (SM).

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus disease 2019 (Covid- 19) di Wilayah Jawa danBali.

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan  Corona  Virus Disease C 019 {Covid- 19) di Tingkat Desa dan  Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Coronn Virus Disea:Se 2O19.

Ketentuan

Tempat ibadah di kabupaten/kota pada wilayah Jawa dan Bali dengan Criteria level 3 dan level 4, tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah/kolektif  selama  masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan peribadatan dirumah.

Tempat ibadah di kabupaten/ kota pada Zona Oranye dari Zona Merah tidak mengadakan  kegiatan  peribadatan/keagamaan berjamaah / kolektif selama masa penerapan PPKM Mikro dan mengoptimalkan peribadatan dirumah.

Tempat lbadah di kabupaten/kota pada Zona Hijau dan Zona Kuning dapat melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah/ kolektif, denganmenerapkan Protokol Kesehatan 5M (mernaRai masker, menjaga jarals, mencoci  tangan,  mernbataoi mobilitas dan interaksi, dan menjauhi kerumunan) secara lebih ketat, sesuai dengan ketentuan sebagaiberikut:

perigelola tempatibadah:

menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan 5 M;

Melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap jamaah menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermopltn);

menyediakan hand :sanitizer dan sarana mericucitangan menggunakan sabun dengan air mengalir;

menyediakan cadangan masker medis;

melarang jemaah dengan kondlsl tldak sehat mengiRuti pelaksanaan  kegiatan  peribadatan/  keagamaan; merigatur jarak antarjemaah paling dekat 1 (satu) meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai, halaman, atau kursi;

tidak menjalankan/mengedarkan kota annal/infak/ kantong kolekte/daria punia ke jemaah;

memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan dengan mengatur akses keluar dan masuk jemaah;

melakukan disinfeksi ruangan pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan secara rutin;

memastikan memiliki ventilasi odara yang baik dan sinar matahari masuk ke tempat ibadah dam apabila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala;

memastikan kegiatan peribadatan keagamaan hanya diikuti oleh jemaah paling banyak 30% (tlga puluhpersen) dari kapasitas tempatibadah;

melaksanakan kegiatan peribadatan/ keagamaan paling lama 1 (satu) jam;

memastikan pelaksanaan khutbah/ ceramah/tausiyah wajib memenuhi ketentuan:

khatib/ penceramah/ pendeta/ pastur/ pandita/ pedan da/rohaniwan memakai masker dan pelindungwajah Jnceshieid) dengan baik danbenar;

khatib/ penceramah/ pendeta/ pastur/ pandita/ pedanda/ rohaniwan menyampaikan khutbah dengan durasi paling lama 15 (lima belas) menit;dan khatib/ penceramah/ pendeta/ pastur/ pandita/ pedan da/ rohaniwan mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

Jemaah:

menggunakan masker dengan baik danbenar;

menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir atau menggunakan hnnd snnitizec,

menjaga jarak dengan jemaah lain paling dekat 1(satu) meter;

dalam kondisi sehat (suhu badan di bawah 37derajat celcius);

tidak sedang menjalani isolasimandiri;

membaca perlengkapan peribadatan/keagamaan masing-masing (sajadah, mukena, dan sebagainya);

menghindari Rontak fisik atau bersalaman;

tidak baru kembali dari perjalanan di luar daerah; dan

yang  berusia  60  (enam  puluh)  tahun  ke  atas  dam ibu

hamil/menyusui disarankan  untuk  beribadahdi rumah.

Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratamapusat, Rektor/ Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Madrasah/ Kepala Satuan Pendidikan Keagamaan, Kepala Kantor Urusan Agama kecamatan, Penghulu, dan Penyuluh Agama,  serta  seluruh  Aparatur Sipil Negara di Lingkungan KementerianAgama:

melanjutkan sosialisasi Instruksi Menteri AgamaRepublik

Indonesia Nomor 01 Tahun 2021 tentang Gerakan Sosialisasi

Penerapan Protokol Kesehatan (5M);

melakukan sosialisasi dan melakukanpemantauan

pelaksanaan Surat Edaran ini;

dalam melakukan pemantauan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, berkoordinasi dengan Pimpinan Satuan Kerja, Pimpinan Pemerintahan, Satuan Tugas Penanganan Corona Utrtic Disease 2O19 (COVld- 19), dan aparat keamanan;darimelaporkanpelaksanaanpemantauansebagaimanadimaksud dalam huruf a kepada Pimpinan Satuan Kerja secara berjenjang.



Belum ada Komentar

Posting Komentar