Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Pembelajaran Active Learning


 Latar Belakang

Pada setiap pengajaran ada tujuan yang harus dicapai dan untuk pencapaian tujuan tersebut kita perlu menyampaikan topik-topik yang didalamnya terdapat konsep-konsep yang hrus sampai pada siswa, dan untuk itu diperlukan pendekatan tertentu seperti pemecahan masalah, latihan soal, latihan hafal dan mungkin dengan pendekatan yang lainnya.

Dalam suatu pengajaran yang berkaitan dengan suatu materi kurikulum tertentu prinsip keterlaksanaan dipengaruhi oleh empat komponen pokok yaitu pembawa materi, pendekatan dan penerima materi, pengaturan materi kurikulum tersebut dinamakan strategi belajar mengajar.

Rumusan Masalah

Apa pengertian pembelajaran Active Learning ?

Bagaimana Aplikasi Active Learning dalam Pembelajaran ?

Apa saja Karakteristik pembelajaran Active Learning ?

Apa saja faktor yang mempengaruhi pembelajaran Active Learning ?  

PEMBAHASAN

Pengertian pembelajaran Active Learning

 Pembelajaran Active learning adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar dengan secara aktif. Ketika peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Mereka secara aktif menggunakan otak mereka baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran,memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam suatu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata.

Pembelajaran Active Learning merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran baik dalam bentuk interaksi sesama siswa maupun siswa dengan pengajar pada proses pembelajaran aktif tersebut.

 Jadi pembelajaran Active Learning adalah suatu model pembelajaran yang membuat siswa menjadi aktif, sisa diajak menyelesaikan msalah dengan menggunakan pengetahuan yang mereka miliki dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari.

Aplikasi pembelajaran Active Learning

Model Active Learning sebagai berikut “Dialog dengan diri sendiri adalah proses dimana siswa mulai berpikir secara reflektif mengenai topic yang dipelajari”. Mereka menanyakan pada diri mereka sendiri mengenai apa yang mereka pikir atau yang harus mereka pikirkan, apa yang mereka rasakan mengenai topik yang dipelajari. Pada tahap ini guru dapat meminta siswa untuk membaca sebuah jurnal atau teks dan meminta mereka menulis apa yang mereka pelajari, bgaimana me reka belajar, apa pengaruh bacaan tersebut terhadap diri mereka.  Dialog dengan orang lain bukan maksudkan sebagai dialog parsial sebagaimana yang terjadi pada pengajaran tradisonal ,tetapi dialog yang lebih aktif dan dinamis ketika guru membuat diskusi kelompok keil tentang topic yang di pelajari.Observasi terjadi ketika siswa yang sedang melakukan sesuatu hal yang berhubungan dengan apa yang mereka pelajari ,Doing atau berbuat merupakan aktivitasbelajar dimana siswa berbuat sesuatu ,seperti membuat suatu eksperimen ,mengkritik sebuah argument atau sebuah tulisan dan lain sebagainya.                                                                                             

Ada banyak metode yang di gunakan dalam menerapkan Active learning (belajar aktif) dalam pembelajaran di sekolah. Mel siberman mengemukakan 101 bentuk metode yg dapat di gunakan dalam pembelajaran aktif. kesemuanya dapat di terapkan dalam pembelajaran di kelas sesuai dengan jenis materi   dan tujuan yang di inginkan dapat di capai oleh anak. metode tersebut di antarannya Question Student Have (pertanyaan peserta didik), Reconnecting (menghubungkan kembali), dan lain.

Metode Question Student Have

Metode Question Student Have di gunakan untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan  siswa sebagai dasar untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki.Metode ini di gunakan sebuah teknik untk endapatkan partipasi siswa melalui tulisan .hal ini sangat baik di gunakan pada siswa yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan,keinginan dan harapan-harapan nya melalui percakapan.

       Prosedur:

 Bagikan kartu kosong kepada siswa.

Mintalah setiap siswa menulis beberapa pertanyaan yang mereka miliki  tentang   mata pelajaran atau sifat pelajaran yang sedang di pelajari.

Putarlahlah kartu tersebut searah keliling jarum jam .setiap kartu di edarkan pada peserta berikutnya,peserta tersebut harus membacanya dan memberikan tanda cek disana jika pertanyaan yang sama yang mereka ajukan.

Saat kartu kembali pada penulisnya ,setiap peserta telah memeriksa semua  pertanyaan yang di ajukan oleh kelompok tersebut .fase ini akan mengidentifikasi pertanyaan mana yang banyak di pertanyakan .jawab masing-masing pertanyaan tersebut dengan :

Jawaban langsung aatau berikan jawaban yang berani

Menunda jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sampai waktu yang tepat 

Meluruskan pertanyaan yang tidak menunjukan suatu pertanyaan :                berikutnya.

         Variasi:

jika kelas terlalu besar dan memakan waktu saat memberikan kartu pada siswa ,buatlah kelas menjadi menjadi sub –kelompok dan lakukan instruksi yang sama.Atau kumpulkan kartu dengan mudah tanpa menghabiskan waktu dan jawab salah satu pertanyaan .

Meskipun meminta pertanyaan dengan kartu indeks,mintalah peserta menulis harapan mereka dan atau mengenai kelas ,topic yang akan anda bahas atau alasan dasar untuk partisipasi kelas yang akan mereka amati 

Variasi dapat pula di lakukan dengan meminta peserta untuk memeriksa dan menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh kelompok tersebut,sehingga fase ini akan dapat mengidentifikasi pertanyaan mana yang mendapat jawaban terbanyak ,sebagai indikasi penguasaan anak terhadap objek yang di pertanyakan.

Metode Reconnecting 

Metode reconnecting (menghubungkan kembali) ini digunakan untuk mengembalikan perhatian siswa pada pelajaran setelah beberapa saat tidakmelakukan aktivitas tersebut.

                 Prosedur:

Ajaklah siswa kembali kepada pelajaran

Jelaskan pada siswa bahwa menghabiskan beberapa menit untuk mengaitkan kembali pelajaran dengan pengetahuan anak akan memberi makna yang berarti ?

Apa saja yang masih anda ingat tentang pelajran terakhir kita ?

Sudahkah anda membaca /berpikir /melakukan sesuatu yang dirangsang oleh pelajaran terakhir kita ?

Pengalaman menarik apa y ang telah anda miliki di antara pelajaran-pelajaran?

Apa saja yang ada dalam pikiran anda sekarang yang mungkin mengganggu kemampuan anda untuk memeberi perhatian penuh terhadap pelajaran hari ?

Variasi:

Lakukan sebuah ulasan tentang pelajaran yang telah lalu.

Sampaiakan dua pertanyaan, konsep atau sejumlah informasi yang tercakup dalam pelajaran yang lalu. Mintalah peserta didik untuk memberikan suar terhadap sesuatu yang aling mereka sukai agar anda mengulas pelajaran tersebut. Ulaslah pertanyaan, konsep, atau informasi yang menang.


Karakteristik pembelajaran Active Learning 

Sekolah yang melakukan pemagar dan belajaran Active Learning dengan baik harus mempunyai karatetistik, di antaranya:

Pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa berperan lebih aktif dalam mengembangkan cara-cara belajar mandiri. Siwa berperan serta pada perencanaan, Pelaksanaan dan penilaian proses beajar. Pengalaman siswa lebih diutamakan.

Guru membimbing dalam terjadinya pengalaman belajar. Guru bukan salah satunya sumber belajar, yang memberikan peluang bagi siswa agar dapat memperoleh pengetahuan atau keterampilan sendiri melalui usaha sendiri, dapat h mengembangkan motivasi dari dalam dirinya, dan dapat mengembangkan pengalaman untuk membuat suatu karya.

Tujuan kegiatan pembelajaran tidak hanya untuk sekedar mengejar standar akademis, kegiatan ditekankan untuk mengembangkan siswa secara utuh dan seimbang.

4. Pengelolaan kegiatan pembelajaran ditekankan pada kreativitas siswa dan memperhatikan kemajuan siswa untuk menguasau konsep-konsep dengan mantap.

5.  Penilaian dilakukan untuk mengukur dan mengamati kegiatan dan kemajuan siswa, serta mengukur keterampilan dan hasil belajar siswa. 




 Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Active Learning

Faktor-faktor pendukung pelaksanaan  pendekatan belajar aktif(active learning strategy) adalah sebagai berikut:

Sikap mental guru

Para guru hendaknya menyadari tentang perlunya pembaharuan strategi belajar mengajar untuk itu para konsertatif di harapkan mengikuti tentang pembaharuan tersebut .Sehingga mempunyai kesiapan mental untuk melaksanakan pendekatan belajar actif(Actif learning strategi) sebagai hasil dari adanya pembaharuan pendidikan .

Kemampuan guru

Para guru hendaknya mempunyai beberapa kemampuan yang dapat menunjang keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar seorang guru di tuntut untuk mampu menguasai isi pokok pelajaran pendidikan agama islam yang yang akan di sampaikan dalam mengajar.

Penyediaan alat peraga /media

Dalam kegiatan belajar mengajar maka alat atau media sangat di perlukan agar dapat menunjang tercapaianya tujuan pendidikan . Alat atau media ini harus di upayakan selengkap mugkin agar segala aktivitas mengajar dapat di bantu dengan media tersebut.Sehingga guru tidak terlalu banyak menggunakan tenaga dalam penyampaian materi atau bahan pelajaran yang akan di sampaikan .

 Kelengkapan perpustakaan 

 Kepustakaan sebagai kelengkapan dalam menunjang keberhasilan                   ,Hendaknya di isi dengan berbagai buku yang releven sebagai upaya pengayaan terhadap pengetahuan dan pengalaman siswa.Semakin siswa banyak membaca buku akan semakin pula banyak pengetahuan yang di miliki sehingga wawasan siswa terhadap materi pelajaran akan semakin bertambah,dan pada akhirnya tujuan pengajaran akan mudah tercapai secara efektif dan efisien.

Menyediakan Koran di sekolah 

Agar siswa kaya akan informasi yang mearik,hendaknya selah  menyediakan Koran yang dapat di nikmati atau di baca siswa dalam menagkap informasi-informasi bary yan sedang berkembang di masyarakat. Sehingga tugas-tugas guru yang di berikan kepada siswa yang menyangkut beberapa problem sekarang akan mudah di pahami dan di selesaikan oleh siswa .


Jenis jenis metode Active Learning

Question Student Have (Pertanyaaan Peserta Didik)

Metode Question Student Have ini digunakan untuk mempelajari tentang   keinginan dan harapan anak didik sebagai dasar untuk memaksilkan potensi yang mereka miliki. Metode ini menggunakan sebuah teknik untuk mendapatkan partisipasi siswa melalui tulisan. Hal ini sangat baik digunakan pada siswa yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan, keinginan dan harapan-harapannya melaui percakapan.

Kelebihan model pembelajaran question student have yaitu:

Pelaksanaan proses pembelajaran ditekankan pada keaktifan beljar siswa dan keaktifan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang serasi dan menantang pola interaksi siswa.

Siswa termotivasi dalam belajar dan siswa kan mendapat kemudahan dalam menerima dan memhami materi yang diajarkan karena terjadi timbal balik antara guru dan siswa.

Mendapat partisipasi siswa melalui tulisan, sehingga sangat baik bagi    siswa yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan, keinginan, dan harapan-harapan  melalui percakapan.                             

Kelemahan Model pembelajaran question students have yaitu:

Memakan waktu yang banyak 

Tidak semua materi pelajaran bisa digunakan mdel pembelajaran question students have, misalnya: pada materi pelajran singkat karena tidak terlalu banyak pertanyaan yang akan diajukan siswa.



                                                    


Mind Mapping

Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah  akan    memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran, dengan demikian cara kerja alami otak silibatkan sejak awal. Ini berarti mengungat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknikmencatata tradisional. Selain itu, Mind Mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menakjubkan.

Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpoala secara   visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam,memperkuat,dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari .

Kelebihan dari metode metode mind mapping ini adalah sebagai berikut: 

Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.

Dapat bekerja sama dengan teman lainnya.

Catatan lebih padat dan jelas  

Membantu otak untuk : mengatur ,mengingat membandingkan dan     membuat   hubungan.

Memudahkan penambahan informasi baru.

Setiap peta bersifat unik.

Kelemahan pembelajaran metode Mind Mapping:

Hanya siswa yang aktif yang terlibat.

Tidak sepenuhnya murid yang belajar 

Mind Map siswa bervariasi sehingga guru akan kuwalahan memeriksa       mind map siswa                                               

Pengajaran sinergetik(Synergetic Teaching)  

Metode ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada siswa  membandingkan pengalaman - pengalaman yang mereka miliki. Adapun kelebihan dari stategi Synergetic Teaching ini adalah strategi ini cocok untuk di terapkan pada materi yang bersifat penalaran kognitif. Mendorong adanya kerja sama antara teman sekelas dan lebih mendekatkan antara siswa –siswa yang satu dengan yang lain nya . Dari strategi ini kadang-kadang bisa terjadi pandangan dari berbagai   sudut    masalah yang di pecahkan ,bahkan mungkin pembicaraan menyimpang ,sehingga memerlukan waktu yang panjang .

Kartu sortir(card sort)

Metode ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa di gunakan untuk   mengajarkan konsep ,penggolongan sikat fakta tentang suatu objek atau mengulangi informasi.

Kelebihan 

Guru mudah menguasai kelas

Mudah di laksanakan

Mudah mengorganisir kelas

Dapat di ikuti oleh siswa yang jumlahnya banyak

Mudah menyiapkannya

Guru mudah menerangkan dengan baik

Kelemahan 

Adanya kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian murid, terutama   apabila terjadi jawaban-jawaban yang menarik perhatiannya,padahal bukan sasaran (tujuan )yang di inginkan dalam arti terjadi penyimpangan dari pokok persoalan semula.

Reading Guide  

Metode Reading guide adalah metode yang memandu peserta didik untuk   membaca panduan yang disiapkan oleh guru sesuai dengan materi yang akan diajarkan, dengan waktu yang sudah ditentukan, disisi lain guru juga akan memberi pertanyaan yang membahasa seputar materi yang telah dibaca oleh peserta didik setelah kegiatan memebaca tersebut, dengan panduan bacaan yan elah diberikan guru tersebut. 

Kelebihan dari metode ini adalah peserta didik lebih berperan aktif,   materi dapat lebih cepat diselesaikan dalam kelas, memotivasi peserta didik untuk senang membaca, membangkitkan minat baca peserta didik, mengerti peserta didik yang harus dan tidak serius dalam mengikuti pelajaran, peserta didik dituntun untuk teliti dalam menjawab soal, gurumudah mengetahui kelemahan dan kelebihan siswa dalam membaca, adanya keseimbangan dalam mengembangkan ranah kognitif, afektif dan psikomotor, guru mudah mengetahui dan memahami peseta didik yang malas dan tidak malas.   

Kelemahan yaitu kurang efektif dalam membaca karena singkatnya waktu ,kadang membuat jenuh peserta didik.

Kesimpulan :

Pembelajaran aktif adalah suatu proses pembelajaran yang tujuan nya untuk    memberdayakan peserta didik  agar belajar menggunakan berbagai cara atau srategi secara aktif ,dengan maksud untuk mengoptimalkan penggunaan semua siswa yang di miliki oleh siswa,sehingga semua siswadapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki.

Ada banyak metode yang dapat di gunakan dalam menerangkan aktif learning (belajar aktif) dalam pembelajaran di sekolah .Melsilberman mengemukakan 101 bentuk metode yang dapat di gunakan dalam pembelajaran aktif. Kesemuanya dapat di terapkan dalam pembelajaran di kelas sesuai dengan jenis materi dengan tujuan yang di inginkan dapat dicapai oleh anak .Metode tersebut di antaranya Question Student Have ,reconnecting.

Faktor-faktor pendukung pelaksanaan pendekatan belajar aktif (active learning strategy) adalah sebagai berikut:

Sikap mental guru

Kemampuan guru

Penyediaan alat peraga /media

Kelengkapan perpustakaan 

Menyediakan Koran di sekolah 

Jenis jenis metode Active Learning

Question Student Have (Pertanyaaan Peserta Didik)

Mind Mapping

Pengajaran sinergetik(Synergetic Teaching)  

Kartu sortir(card sort)

Reading Guide  


DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa, E. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Konsep, Karakteristik dan Implementasi,  Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004

Mel Silbierman, Active Learning. 101 Strategi Pembelajaran Aktif  (terjemahan Sarjuli et al.). Yogyakarta: Yappendis, 2004

Nurhayati, E, Pengaruh Penggunaan Metode Belajar Aktif Tipe Team qiz terhadap Minat Belajar Dan Hasil Belajar Kuntasi Siswa Kelas x Ak Smk Negeri 3 Jepara Tahun 2006/ 2007, 2008.


Belum ada Komentar

Posting Komentar