Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Peranan Penyuluh Agama Islam

 
Secara umum Peranan Penyuluh Agama Islam Non PNS

Tugas Penyuluh Agama Islam tidak semata-mata melaksanakan penyuluhan agama dalam arti sempit berupa pengajian saja, akan tetapi keseluruhan kegiatan penerangan baik berupa bimbingan dan penerangan tentang berbagai program pembangunan. Ia berperan sebagai pembimbing umat dengan rasa tanggung jawab, membawa masyarakat kepada kehidupan yang aman dan sejahtera. 

Posisi Penyuluh Agama Islam ini sangat strategis baik untuk menyampaikan misi keagamaan maupun misi pembangunan. Penyuluh Agama Islam juga sebagai tokoh panutan, tempat bertanya dan tempat mengadu bagi masyarakatnya untuk memecahkan dan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat Islam. 

Apalagi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka tantangan tugas Penyuluh Agama Islam semakin berat, karena dalam kenyataan kehidupan ditataran masyarakat mengalami perubahan pola hidup yang menonjol. Menurut Fauzie Nurdin peranan penting dari Penyuluh Agama adalah selain sebagai figur juga berperan sebagai pemimpin masyarakat, Penyuluh Agama juga sebagai agent of change, sebagai ujung tombak Kementerian Agama. 

Dari penjelasan di atas maka dapat diuraikan sebagai berikut :

1.Penyuluh Agama sebagai figure juga berperan sebagai pemimpin masyarakat.

Yaitu sebagai imam dalam masalah agama dan masalah kemasyarakatan serta masalah kenegaraan dalam rangka menyukseskan program pemerintah. Dengan kepemimpinannya, Penyuluh Agama Islam tidak hanya memberikan penerangan dalam bentuk ucapan-ucapan dan kata-kata saja, akan tetapi bersaama-sama mengamalkan dan melaksanakan apa yang dianjurkan. Keteladanan ini ditanamkan dalam kegiatan sehari-hari, sehingga masyarakat dengan penuh kesadaran dan keihklasan mengikuti petunjuk dan ajakan pemimpinnya. 

2.Penyuluh Agama sebagai agent of change.

Dalam peranan ini yakni sebagai pusat untuk mengadakan perubahan kearah yang lebih baik, disegala bidang kearah kemajuan,  perubahan dari yang negatif atau pasif menjadi positif atau aktif, karena ia menjadi motivator utama pembangunan. Peranan  ini sangat penting karena pembangunan di Indonesia tidak semata membangun manusia dari segi lahiriah dan jasmaniahnya saja, melainkan membangun segi rohaniah, mental spiritualnya dilaksanakan secara bersama-sama. Sebab apabila basic intelektual yang tinggi tidak diimbangi dengan basic spiritual yang tinggi juga, maka tidak ada gunanya sama sekali.

Demi suksesnya pembangunan, Penyuluh Agama Islam berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, berperan juga untuk ikut serta mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu jalannya pembangunan, khususnya mengatasi dampak negatif, yaitu menyampaikan penyuluhan agama kepada masyarakat dengan melalui bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka. 

3.Sebagai ujung tombak Kementerian Agama.

Persoalan yang dihadapi oleh umat Islam menjadi tugas Penyuluh Agama untuk memberi penerangan dan bimbingan. Sehingga sebagai ujung tombak ia dituntut agar ujung tombak itu benar-benar tajam, agar dapat mengenai sasaran yang diinginkan. Bahkan kini, Penyuluh Agama sering berperan sebagai corong dari Kementerian Agama dimana ia ditugaskan. Peranan inilah yang sering memposisikan Penyuluh Agama sebagai mahkluk yang dianggap multi talenta. 

Oleh karena itu, Penyuluh Agama Islam perlu meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, kemampuan dan kecakapan serta menguasai berbagai strategi, pendekatan, dan teknik penyuluhan, sehingga mampu dan siap melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan betul-betul profesional.

Penyuluh Agama Islam didalam melaksanakan tugasnya, dibekali oleh surat tugas dan hal-hal yang berkenaan dengan hak-hak sebagai seorang penyuluh yang diatur oleh peraturan atau Undang-undang, akan tetapi sebagai seorang muslim, tugas menyampaikan penyuluhan agama ini merupakan kewajiban setiap muslim, pria atau wanita, karenanya ia harus menyadari bahwa tugas suci ini harus dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Keberhasilan aktivitas penyuluhan tergantung pada rencana yang telah disusun oleh penyuluh, sebab dengan perencanaan yang baik penyelenggaraan penyuluhan dapat berjalan lebih terarah dan teratur rapi.

Sebagai seorang Penyuluh Agama Islam yang mempunyai tanggung jawab terhadap pelaksanaan penyuluhan,  sudah barang tentu berusaha agar ajaran Islam mudah diterima oleh masyarakat. Ia dituntut untuk mempersiapkan diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, menguasai metode penyampaian, menguasai materi yang disampaikan, menguasai problematika yang dihadapi oleh obyek penyuluhan untuk dicarikan jalan penyelesaiannya, dan terakhir yang sering dilupakan adalah mengadakan pemantauan dan evaluasi. 

Oleh karena itu, selain Penyuluh Agama memiliki kemampuan  dan kecakapan yang memadai, baik penguasaan materi penyuluhan maupun teknik penyampaian, ia juga mampu memutuskan dan menentukan sebuah proses kegiatan bimbingan dan penyuluhan, sehingga dapat berjalan sistematis, berhasil guna, berdaya guna dalam upaya pencapaian tujuan yang diinginkan. 



Belum ada Komentar

Posting Komentar