Karmuji.com | Penyuluh Agama Islam Tuban

Dampak Nikah Paksa Terhadap Putusnya Pernikahan Menurut Kompilasi Hukum Islam

 



Perjodohan bukan lagi hal baru dikalangan masyarakat. Perjodohan pada masa dahulu hanya dilakukan oleh kalangan masyarakat pedesaan yang belum tersentuh oleh kemajuan peradaban.  Di mana dalam Islam perjodohan sering kali diterjemahkan dalam bahasa “khitbah’’, namun, tak jarang juga perjodohan ini dimaknai sebagain perkawinan atau pernikahan itu sendiri. Adapun dalam perkawinan yang dipaksakan oleh orang tua atau kawin paksa sangat beresiko dan berakibat fatal terhadap perkawinan itu sendiri, karena  dasarnya tujuan dari  perkawinan adalah menciptakan kebahagiaan lahir bathin sehingga perkawinan harus berlandaskan suka sama suka, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Oleh karena itu, jika sebuah proses perjodohan dilaksanakan, tidak menutup kemungkinan akan berimbas pada proses perceraian atau pelayanan gugat cerai yang dilakukan oleh pihak suami maupun isteri yang dipaksa menikah.

Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan, (1) apa faktor yang melatarbelakangi orang tua untuk melaksanakan nikah paksa, di Desa Karang Wedoro Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan (2) bagaiman dampak negatif pernikahan yang didasarkan oleh nikah paksa di Desa Karang Wedoro Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.

 

Hasil tersebut menyimpulkan, (1) Faktor yang menyebabkan Nikah Paksa yakni, faktor ekonomi, faktor ekonomi sebagai kebutuhan yang paling pokok untuk kelangsungan hidup, Faktor Pendidikan sebagai kemudahan dalam mencari pekerjaan dan menaikkan martabat keluarga, dan faktor strata sosial sebagai alasan agar anak dan keluarga agar terpandang di Masyarakat. (2) Dampak negatif dari Nikah Paksa yaitu : Tidak adanya rasa cinta dan kasih sayang diantara keduanya sehingga tidak adanya keharmonisan dalam keluarganya, jadi didalam pernikahan rasa kasih sayang terhadap pasangannya merupakan hal yang sangat penting bagi keharmonisan rumah tangga, Pernikahan tersebut terjadi bukan karena kehendak anak sehingga anak tersebut kurang bertanggung jawab terhadap keluarganya, selain adanya rasa kasih sayang terhadap pasangan persetujuan memilih calon pasangan juga perlu diperhatikan dan itu merupakan hak seorang anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti, kurangnya tanggung jawab terhadap keluarganya, Sering terjadi pertengkaran, percekcokan antara keduanya yang mengakibatkan hubungan tersebut tidak harmonis, dan berujung pada proses percerian, dikarenakan pernikahan tersebiut tidak mempunyai rasa cinta dan kasih sayang serta kurangnya tanggung jawab terhadap keluarganya maka timbulah permasalahan-permasalahan sehingga menjadikan percekcokan dan berujung pada proses perceraian.

 


Belum ada Komentar

Posting Komentar